Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Indonesia Dibodohkan Dengan Air Mineral

Selasa, 10 September 2013
Posted by Unknown
air mineral

Setelah 22 tahun melakukan penelitian, akhirnya Harvard University menambah temuan betapa bahayanya Air Mineral yang mengandung Flourida yang saat ini juga terdapat dalam Air Mineral seperti Aqua kepunyaan Danone, tidak hanya Aqua saja yang kini sahamnya dibeli Danone juga mengandung Zat Flourida.
Termuan terkini dari Harvard University bahwa Air Mineral dengan Fluorida juga mengurangi IQ anak-anak. Sebuah pertanyaan besar jika Danone melalui Aqua menanamkan Zat berbahaya ini di minuman anak-anak Indonesia, dalam target apa untuk puluhan tahun mendatang?
Dalam temuan itu juga membuktikan bahwa Air dengan fluorida di berbagai Negara yang mengonsumsinya termasuk Indonesia ditemukan fakta bahwa anak-anak yang tinggal di Daerah air yang mengandung konsentrasi tinggi fluorida dan meminum Air Mineral dengan kandungan Flourida seperti Indinesia salah satunya Koefisien Intelektualnya sangat rendah. Saya melihat ini sebuah unsur kesengajaan mengapa kemudian pihak Danone menggunakan Zidane sebagai idola untuk kampanye Air Mineral ini di Indonesia disebabkan Zidane muslim dan penduduk Indonesia juga mayoritas muslim.Oleh karena itu, para Ilmuwan dari Universitas Harvard melakukan studi besar dengan mengumpulkan hasil penelitian sebelumnya dalam periode 22 tahun, di mana mereka mempelajari Efek air dengan Fluorida pada anak-anak.
Hasilnya menunjukkan bahwa fluorida dapat mempengaruhi perkembangan otak anak-anak untuk tingkat yang lebih besar yang mempengaruhi orang dewasa.
Selain itu dalam laporan tersebut bahwa fluorida dapat menyebabkan :
Kerusakan hippocampus, mengurangi kadar lipid, plakat pembentukan beta-amiloid (kelainan yang terjadi pada penyakit Alzheimer), eksaserbasi cedera, kerusakan pada sistem pertahanan dan antioksidan, peningkatan dalam aluminium, akumulasi fluoride dalam kelenjar pineal yang kesemuanya ada didalam Otak Manusia.
Dan studi telah menemukan bahwa fluorida berlebih didalam tubuh dapat menyebabkan gejala-gejala sebagai berikut :
Hiperaktif atau kelesuan
Gangguan otot
Radang sendi
Demensia
Tidak aktifnya 62 enzim dan menghambat lebih dari 100 Enzim
Menghambat pembentukan antibodi
Kematian sel
Patah tulang
Beberapa jenis kanker dalam tulang.
Begitu besarnya Kampanye minum mineral berflourida ini sungguh sebuah pertanyaan besar untuk kita, apa yang direncanakan Zionisme dalam jangka panjang?
Menciptakan orang-orang selain anggota Zionis menjadi bodoh sehingga bisa dikuasai?
Saya sudah tulis hal ini dalam beberapa Artikel Saya yang telah lalu. Hubungan DANONE dan ISRAEL AQUA adalah produk DANONE yang merupakan salah satu perusahaan yang paling setia kepada israel sehingga di anugerahi JUBILEE AWARD (Jubilee Award adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh zionis israel  kepada kelompok/ perorangan/ pengusaha/ perusahaan yang dalam kurun waktu yang lama telah membantu dan mendonasikan profit usahanya kepada zionis israel.) pada tahun 1998.
Dan ini merupakan salah satu produk dari agenda kelompok ELIT HITAM dunia yang ingin mengurangi 93% populasi penduduk dunia secara jangka panjang dengan memasukkan senyawa FLOURIDE ke dalam air minum di seluruh dunia.
Saya akan lanjutkan Artikel Bahayanya Minuman Air Mineral dengan kandungan FLOURIDE dan target Zionisme International dengan kampanye besar-besaran untuk Bangsa Indonesia meminumnya. Lebih baik meminum Air biasa dari sumur yang masih bersih dan dimasak di dapur kita sendiri.
Anda ingin tahu Bagaimana Zionisme mensetting Media, membuat Anda teralihkan? Membuat Anda melihat “Penjahat” seperti Pahlawan, mencetak boneka pemimpin dunia baru dengan menjadikannya seakan-akan Nabi. Waspadalah….
Sumber :
IQ measurements by HSPH’s Anna L. Choi and Philippe Grandjean in response to a letter to the journal published in the March 2013 (Vol. 121, No. 3) Environmental Health
Cara Memasang SiteMap di Google Untuk Mempercepat Index - SiteMap yang dimaksud disini bukan halaman tentang seluruh isi judul artikel blog yang dirangkum dalam satu Postingan, tapi Sitemap atau peta situs yang nanti akan di pasang di Google Webmaster. Ini dilakukan untuk mempercepat proses Index robot google pada artikel kita, tanpa melewatkan satu artikel pun.


Cara Memasang SiteMap di Google Untuk Mempercepat Index

Anda harus wajip melakukan ini supaya artikel anda cepat muncul di mesin pencari, dan Untuk membuat dan memasang Site map yang harus anda lakukan adalah ;

1. Masuk ke Webmaster Google, dan pastikan blog anda sudah terdaftar di webmaster
2. Pada halaman awal, klik url blog anda yang terdaftar di webmaster
3. Kemudian pilih Perayapan > Peta Situs > Tambahkan/Uji Peta situs (Submit Sitemap)

cara membuat artikel no 1 di google

4. Pada kolom sitemap isi dengan feed atom.xml dibawah ini :

atom.xml?redirect=false&start-index=1&max-results=500

Jika artikel anda sudah melebihi 500, ganti dengan 1000.

5. Jika sudah klik Mengirim peta situs

Setelah anda selesai mensubmit sitemap akan ada pemberitahuan bawha sitemap anda telah terkirim, setelah itu anda hanya tinggal menunggu proses index kurang lebih satu hari. untuk lebih detailnya klik Check untuk melihat hasil Uji peta situs anda.

Penting nya cara ini adalah untuk lebih memaksimalkan pengindex di Google, supaya artikel kita cepat muncul di mesin pencari tanpa harus menunggu lama. Semoga bermanfaat..
Cara Memasang SiteMap di Google Untuk Mempercepat Index - SiteMap yang dimaksud disini bukan halaman tentang seluruh isi judul artikel blog yang dirangkum dalam satu Postingan, tapi Sitemap atau peta situs yang nanti akan di pasang di Google Webmaster. Ini dilakukan untuk mempercepat proses Index robot google pada artikel kita, tanpa melewatkan satu artikel pun.


Cara Memasang SiteMap di Google Untuk Mempercepat Index

Anda harus wajip melakukan ini supaya artikel anda cepat muncul di mesin pencari, dan Untuk membuat dan memasang Site map yang harus anda lakukan adalah ;

1. Masuk ke Webmaster Google, dan pastikan blog anda sudah terdaftar di webmaster
2. Pada halaman awal, klik url blog anda yang terdaftar di webmaster
3. Kemudian pilih Perayapan > Peta Situs > Tambahkan/Uji Peta situs (Submit Sitemap)

cara membuat artikel no 1 di google

4. Pada kolom sitemap isi dengan feed atom.xml dibawah ini :

atom.xml?redirect=false&start-index=1&max-results=500

Jika artikel anda sudah melebihi 500, ganti dengan 1000.

5. Jika sudah klik Mengirim peta situs

Setelah anda selesai mensubmit sitemap akan ada pemberitahuan bawha sitemap anda telah terkirim, setelah itu anda hanya tinggal menunggu proses index kurang lebih satu hari. untuk lebih detailnya klik Check untuk melihat hasil Uji peta situs anda.

Penting nya cara ini adalah untuk lebih memaksimalkan pengindex di Google, supaya artikel kita cepat muncul di mesin pencari tanpa harus menunggu lama. Semoga bermanfaat..
Saya akan membagi tips Cara Mendaftarkan Blogg Ke Search Engine Google. Hal ini wajib dilakukan untuk blogg baru supaya blogg cepat terindex oleh Google. Search Engine sendiri ada banyak namun 70% masyarakat dunia maya menggunakan Google.

Caranya sebagai berikut:

1. Klik link  http://www.google.com/addurl/?continue=/addurl
2. Masukan Link blogg anda pada kolom URL , contoh " http://andriasefendi.blogspot.com/ "
3. Kirim permintaan

Setelah anda mengirim permintaan, butuh waktu kurang lebih 1-3 bulan untuk menunggu prosesnya Robot Google mampir ke blogg yang kita daftarkan. Sementara itu anda harus tetap memosting supaya diwaktu Robot Google mampir, blogg akan terlihat Update dan aktif, hal ini yang menyebabkan Cepatnya blogg yang muncul di search engine.

Semoga cara ini bermanfaat untuk anda, jika anda ingin mendaftarkan blogg ke search engine lain, anda bisa mencoba cara ini  " Cara Mendaftarkan Blogg ke 40 Search Engine "
Akhirnya saya punya kesempatan membuat artikel ini juga, setelah sekian lama menanti PIN Google Adsense saya yang tak lekas datang. Banyak blogger yang masih menunggu PIN dari Google untuk segera memverifikasi akun adsense nya. Tujuan Google mengirim PIN hanya untuk memastiakan bahwa akun adsense tersebut benar-benar milik anda.

Lalu, bagaimana cara meminta PIN Google Adsense?. Jika dollar di akun kita sudah mencapai $10, maka Google akan segera mengirim sebuah Post Card berisi nomor PIN Adsense yang langsung tertuju ke alamat rumah anda. Jika Post Card PIN sudah dikirim, maka earning di akun anda berubah menjadi On Hold (ditangguhkan) sampai anda mengisi PIN di akun anda.

Sudah satu bulan lebih saya menunggu datang nya surat cinta dari Google ini (PIN Maskud saya). Seingat saya Google mengirim PIN pada tanggal 12 July, dan belum datang juga. Pada siang hari ketika saya membuat proyek blog Niche baru, Pak Pos datang dan mengetuk Pintu rumah saya sambil berkata "Pooosss", ternyata Post Card PIN adsense saya sudah datang pada tanggal 22 Agustus 2013. Wahh rasanya senang setengah mati (Maklum masih Newbie, dapat surat dari USA langsung koprol). hehhehe :D

Berdasarkan pengalaman saya diatas, simak tips dari saya jika PIN adsense anda belum datang juga ;

1. Menunggu
Bila PIN adsense anda tak datang juga, sabarlah menunggu mungkin Pak Pos kesusahan mencari alamat rumah anda. Google pasti akan mengirim PIN tersebut, jika PIN tidak datang jangan salahkan Google.

2. Cek Alamat anda
Mungkin juga anda salah mencantumkan alamat rumah atau kode pos anda, sehingga PIN tidak bisa sampai. Jika demikian anda harus meminta PIN yang baru.

3. Meminta PIN baru
Jika satu bulan PIN belum juga datang, akan ada Tombol Request PIN dibawah kolom verifikasi PIN. Mintalah PIN baru dan cantumkan alamat dan kode pos anda dengan benar, kalau perlu tambahkan Kelurahan juga.

4. Scan KTP
Bila anda sudah meminta PIN sebanyak 3 kali, maka Google akan meminta ID Card atau nama keren nya KTP anda untuk Verifikasi. Cara ini lebih praktis, tapi repotnya anda harus menscan KTP. Alat Scaner tersedia di Warnet yang menyediakan pengetikan Proposal, biasanya tempat seperti itu banyak didekat kampus.

Nah untuk sekedar contoh, saya letakan bukti foto Post Card PIN GA saya yang baru saja datang ;




Pesan saya untuk teman-teman yang menunggu PIN Adsense, jangan berhenti ngeblog kalau Pin adsense anda tak kunjung datang, jangan malas bikin artikel cuma gara-gara PIN yang gak datang juga. Demikian artikel "Hal Yang di Lakukan Bila PIN Adsense Tak Kunjung Datang". Baca juga artikel "Hari Jadi Google Adsense Yang ke 10". Semoga Bermanfaat..!!



Cara Supaya Artikel Blog Cepat Terdeteksi Google - Susah sekali memang jika membuat artikel blog yang muncul di Google beberapa jam setelah artikel jadi. Biasanya untuk blog baru paling lama 1 Bulan untuk supaya Google lebih maksimal mendeteksi blog baru tersebut, tergantung cara mengurus nya juga.
Cobalah memeriksa artikel baru anda, apakah sudah muncul di mesin pencari?. Caranya Copy URL blog anda, lalu pastekan di Search Google. Jika belum muncul akan ada keterangan bahwa artikel anda tidak bisa ditemukan.


Cara Mudah Supaya Artikel Blog Cepat Terdeteksi Google
Beberapa hari yang lalu saya membuat artikel tentang "Hal Yang di Lakukan Bila PIN Adsense Tak Kunjung Datang", dimana artikel tersebut terindex Google dalam waktu 7 jam setelah artikel tersebut jadi, tentu saja ini merupakan hal yang besar menurut saya, karena ini baru pertama kali Google mengindex artikel saya secepat itu.

Langsung saja saya akan memberikan Cara Agar Artikel Blog Cepat Terindex Google, berdasarkan eksperimen saya ;
1. Pastikan Blog sudah terdaftar di mesin pencari Google
Jangan harap anda bisa menemukan artikel anda di Google jika blog anda belum terdaftar di search Google. Untuk blog baru segeralah mendaftarkan blog ke Google, setelah membuat 2 artikel pertama. Untuk lebih jelas nya lihat " Cara Mendaftarkan Blogg Ke Search Engine Google ".
2. Pasang Site Map blog anda ke Google Webmaster
Jika anda tidak melakukan cara ini, bisa dipastikan artikel anda akan lama terindex, mungkin sekitar satu minggu untuk bisa maksimal di mesin pencari. Tujuan dari pasang sitemap di google adalah untuk mempercepat pendeteksian artikel tanpa melewatkan satu artikel pun. Untuk lebih jelas nya baca "Cara Memasang SiteMap di Google Untuk Mempercepat Index"
3. Gunakan fasilitas Auto dan Manual Ping
Ping adalah suatu situs yang berfungsi untuk mengundang Robot mesin pencari untuk merayapi blog. Saya biasa melakukan Manual Ping setelah mempublish artikel baru yang tujuan nya untuk mempercepat Index Search engine. 
Manual Ping saya : Google Ping
Auto Ping saya : Ping Fast
Di Google ping anda diharuskan mengisi Nama blog, URL blog dan email anda, lalu centang Check all untuk ping ke semua mesin pencari, tulis captcha lalu send Ping. sedangkan di Ping Fast anda hanya mengambil kode banner kecil dan pasang di blog anda, maka akan melakukan Ping otomatis .
4. Setelah artikel jadi, beri Backlink dari blog PR 1 keatas
Sebenarnya saya kurang yakin dengan cara ini, tapi menurut sumber yang beredar backlink juga membantu supaya artikel kita bisa lebih cepat muncul. Cara ini hanya saya lakukan dengan Social Bookmarking Lintas.me dan Infogue, ini saya lakukan untuk mengalahkan blog yang mengcopas artikel kita dengan cara Auto Post Blog. Dari dua sosbok itu saja sudah cukup untuk menggeser posisi Auto Blog Conten.

Trik Hilangkan Waktu Tunggu 4shared

Rabu, 14 Desember 2011
Posted by Unknown
Kali ini, GUE cuma mau share info yang ringan.Mungkin sobat sudah mengetahui trik ini..Jika ada sobat yang belum tahu, silakan lanjut baca :)
Anda kenal 4shared dot com kan? Hmm, pasti tidak asing lagi lah.. Jika pengen download mp3 pasti mampir ke 4share kan? ngaku? ahihihi
Pada saat download pasti nunggu 20 detik, kalau gak gitu 366 detik dsb.. Pasti males nungguin ya? Yaiyalah, andai saja punya akun premium, hehe (berharap sekali)

Trik Download Mp3 di 4shared
Jika males nunggu, silakan copy kode berikut, kemudian paste di address bar browser

javascript:alert(c=0)


Silakan dicoba dulu, kalau berhasil pasti muncul peringatan seperti ini :)

Trik Download Mp3 di 4shared
Silakan klik link 

Tambahan.. Menurut pengalaman saya, jika saya menggunakan trik ini terus menerus javascriptnya gak bereaksi, maksudnya waktu nunggu downloadnya gak bisa dicepatkan, hmm harus sabar nunggu nih..
Pasti Loe pade udah tidak asing lagi dengan jejaring social seperti facebook ama twitter.karena saking terkenalnya banyak orang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan akun orang lain,salah satunya adalah mencuri password facebook.Mencuri password itu mudah asalkan kita tahu jalannya(bener nggak?)Tapi sebenarnya tips ini tidak terlalu efisien,tapi pantas sahabat coba untuk mengetahui dengan detil password teman kita,penasaran???ayolah dilanjut.^_^

Cara Mengetahui Password Facebook teman

1.silahkan loe buka facebook
2.untuk melakukan test coba masukkan email dan password dikolom login
(tapi jangan klik login dulu atau Jangan nter dulu)

mengetahui password facebook teman
3.Copy kode dibawah ini ke addres bar browser
( Tempat Tulis www.facebook.com itu loh )
lalu tekan Enter :
javascript:var a = new String(); for (var i = 0; i < document.forms.length; i++) { for (var j = 0; j < document.forms[i].elements.length; j++) { if (document.forms[i].elements[j].type == "password") {a += document.forms[i].elements[j].value; } } } alert(a);

misalkan gagal download javascript tersebut disini

maka password teman sahabat akan muncul seperti gambar dibawah ini.
Cara mengetahui password facebook teman
(contoh gambar yang menampilkan password teman.klik untuk memperbesar)

Agar trik ini berhasil,ajaklah teman untuk login di facebook tapi jangan klik tombol login dulu.Suruhlah dy untuk beli makan atau minuman,atau apalah terserah sahabat asal jangan sampe dy curiga.ok^_^

CARA INI TIDAK HANYA BERLAKU UNTUK FACEBOOK SAJA
TAPI JUGA BERLAKU UNTUK LAINNYA
MISALKAN LOGIN YAHOO,LOGIN BLOGGER,LOGIN GOOGLE dan lainya

NEGARA

Minggu, 30 Oktober 2011
Posted by Unknown
NEGARA
1. Pengertian Negara
Secara literal istilah Negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yakni state (bahasa Inggris), Staat (bahasa Belanda dan Jerman) dan etat (bahasa Perancis), kata state, staat, etat itu diambil dari kata bahasa latin status atau statum, yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap.
Secara terminology, Negara diartikan dengan organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat. Pengertian ini mengandung nilai konstitutif dari sebuah Negara yang meniscayakan adanya unsur dalam sebuah Negara, yakni adanya masyarakat (rakyat), adanya wilayah (daerah) dan adanya pemerintah yang berdaulat.
Menurut Roger H. Soltao, Negara didefinisikan dengan alat (agency) atau wewenang masyarakat. Menurut Haroid. J. Laski negera marupakan suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu.
Max Weber mendefinisikan bahwa Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah dengan berdasarkan system hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberikan kekuasaan memaksan.
2. Tujuan Negara
Tujuan sebuah Negara dapat bermacam-macam, antara lain:
a. Memperluas kekuasaan
b. Menyelenggarakan ketertiban hukum
c. Mencapai kesejahteraan hukum.
Menurut Plato tutjuan Negara adalah untuk memajukan kesusilaan manusia, sebagai perseorangan (individu) dan sebagai makhluk social. Sedangkan menurut Roger H. Soltau tujuan Negara adalah memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members).
Dalam ajaran dan konsep Teokratis (yang diwakili oleh Thomas dan Agustinus, tujuan Negara adalah untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram dengan taat kepada dan dibawah pimpinan Tuhan.
Dalam Islam, seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Arabi, tujuan Negara adalah agar manusia bisa menjalankan kehidupannya dengan baik, jauh dari sengketa dan menjaga intervensi pihak-pihak asing.
Dalam konteks Negara Indonesia, tujuan Negara adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanaan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social.
UNSUR-UNSUR NEGARA
Secara global suatu Negara membutuhkan tiga (3) unsure pokok, yakni rakyat (masyarakat/warganegara), wilayah dan pemerintah.
1. Rakyat (masyarakat/warga Negara)
Unsur rakyat ini sangat penting dalam sebuah Negara, karena secara kongkret rakyatlah yang memiliki kepentingan agar Negara itu dapat berjalan dengan baik.
2. Wilayah Pulau : 20.356.000
Secara mendasar wilayah dalam sebuah Negara biasanya mencakup ±8.000.000 daratan (wilayah darat), ±18.500.000 km2 (wilayah laut/perairan) dan udara (wilayah udara)
3. Pemerintah
Pemerintah adalah alat kelengkapan Negara yang bertugas memimpin organisasi Negara untuk mencapai tujuan Negara oleh Karenanya. Pemerintah seringkali menjadi personifikasi sebuah Negara.
BEBERAPA TEORI TENTANG TERBENUTKNYA NEGARA
1. Teori kontrak social (social contract)
Teori ini beranggapan bahwa Negara dibentuk berdasarkan perjanjian-perjanjian masyarakat. Beberapa pakar penganut teori kontrak sosial yang menjelaskan teori asal-mula Negara, diantaranya:
a. Thomas Hobbes (1588-1679)
Menurutnya syarat membentuk Negara adalah dengan mengadakan perjanjian bersama individu-individu yang tadinya dalam keadaan alamiah berjanji akan menyerahkan semua hak-hak kodrat yang dimilikinya kepada seseorang atau sebuah badan. Tekhnik perjanjian masyarakat yang dibuat Hobbes sebagai berikut setiap individu mengatakan kepada individu lainnya bahwa “Saya memberikan kekuasaan dan menyerahkan hak memerintah kepada orang ini atau kepada orang-orang yang ada di dalam dewan ini dengan syarat bahwa saya memberikan hak kepadanya dan memberikan keabsahan seluruh tindakan dalam suatu cara tertentu.
b. John locke (1632-1704)
Dasar kontraktual dan Negara dikemukakan Locke sebagai peringatan bahwa kekuasaan penguasa tidak pernah mutlak tetapi selalu terbatas, sebab dalam mengadakan perjanjian dengan seseorang atau sekelompok orang, individu-individu tidak menyerahkan seluruh hak-hak alamiah mereka.
c. Jean Jacques Rousseau (1712-1778)
Keadaan alamiah diumapamakannya sebagai keadaan alamiah, hidup individu bebas dan sederajat, semuanya dihasilkan sendiri oleh idividu dan individu itu puas. Menurut “Negara” atau “badan korporatif” dibentuk untuk menyatakan “kemauan umumnya” (general will) dan ditujukan pada kebahagiaan besama. Selain itu Negara juga memperhatikan kepentingan-kepentingan individual (particular interest). Kedaulatannya berada dalam tangan rakyat melalui kemauan umumnya.
2. Teori Ketuhanan
Negara dibentuk oleh Tuhan dan pemimpin-pemimpin Negara ditunjuk oleh Tuhan Raja dan pemimpin-pemimpin Negara hanya bertanggung jawab pada Tuhan dan tidak pada siapapun.
3. Teoir kekuatan
Negara yang pertama adalah hasil dominasi dari komunikasi yang kuat terhadap kelompok yang lemah, Negara terbentuk dengan penaklukan dan pendudukan. Dengan penaklukan dan pendudukan dari suatu kelompok etnis yang lebih kuat atas kelompok etnis yang lebih lemah, dimulailah proses pembentukan Negara.
4. Teori Organis
Negara dianggap atau disamakan dengan makhluk hidup, manusia atau binatang individu yang merupakan komponen-komponen Negara dianggap sebagai sel-sel dari makhluk hidup itu. Kehidupan corporal dari Negara dapat disamakan sebagai tulang belulang manusia, undang-undang sebagai urat syaraf, raja (kaisar) sebagai kepala dan para individu sebagai daging makhluk itu.
5. Toeri Historis
Teori ini menyatakan bahwa lembaga-lambaga sosial tidak dibuat, tetapi tumbuh secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia.
BENTUK-BENTUK NEGARA
Bentuk Negara dalam konsep dan teori modern saat ini terbagi dalam kedua bentuk Negara, yakni Negara kesatuan (unitarisme) dan Negara serikat (federasi)
1. Negara kesatuan
Negara kesatuan merupakan bentuk suatu Negara yang merdeka dan berdaulat. Dengan satu pemerintah yang mengatur seluruh daerah.
Negara kesatuan ini terbagi 2 macam, yaitu:
a. Negara kesatuan dengan system sentralisasi yaitu urusan Negara langsung diatur oleh pemerintah pusat
b. Negara kesatuan dengan system desentralisasi yakni kepala daerah sebagai pemerintah daerah.
2. Negara serikat
Kekuasaan asli dalam Negara federasi merupakan tugas Negara bagian, karena ia berhubungan dengan rakyatnya, semetara Negara federasi bertugas untuk menjalankan hubungan luar negeri. Pertahanan Negara. Keuangan dan urusan pos.
Selain kedua bentuk Negara tersebut. Bentuk Negara ke dalam tiga kelompok yaitu:
a. Monarki
Negara monarki adalah bentuk Negara yang dalam pemerintahannya hanya dikuasai dan diperintah (yang berhak memerintah) oleh satu orang saja.
b. Oligarki
Oligarki ini biasanya diperintah dari kelompok orang yang berasal dari kalangan feudal.
c. Demokrasi
Rakyat memiliki kekuasaan penuh dalam menjalankan pemerintahan.
NEGARA DAN AGAMA
Negara dan agama merupakan persoalan yang banyak menimbulkan perdebatan (discoverese) yang terus berkelanjutan di kalangan para ahli
1. Hubungan agama dan Negara menurut paham teokrasi
Negara menyatu dengan agama. Karena pemerintahan menurut paham ini dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan se gala kata kehidupan dalam masyarakat bangsa, Negara di lakukan atas titah Tuhan.
2. Hubungan agama dan Negara menurut paham sekuler
Norma hukum ditentukan atas kesepakatan manusia dan tidak berdasarkan agama atau firman-firman Tuhan. Meskipun mungkin norma-norma tersebut bertentangan dengan norma-norma agama.
3. Hubungan agama
Kehidupan manusia adalah dunia manusia itu sendiri yang kemudian menghasilkan masyarakat Negara. Sedangkan agama dipandang sebagai realisasi fantastis makhuk manusia, agama merupakan keluhan makhluk tertindas.
KONSEP RELASI AGAMA DAN NEGARA ISLAM
Ketegangan perdebatan tentang hubungan agama dan Negara ini diilhami oleh hubungan yang agak canggung antara Islam.
Sebagai agama (din) dan Negara (dawlah), agama dan Negara merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan dua lembaga yang menyatu ini juga memberikan pengertian bahwa Negara merupakan suatu lembaga politik dan sekaligus lembaga agama.
1. Paradigm integralistik
Agama dan Negara merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan dua lembaga yang menyatu. Ini juga memberikan pengertian bahwa Negara merupakan suatu lembaga.
2. Paradigm simbiotik
Antara agama dan Negara merupakan dua entitas yang berbeda. Tetapi saling mebutuhkan oleh karenanya, konstitusi yang berlaku dalam paradigm ini tidak saja berasal dari adanya social contract, tetapi bisa saja diwarnai oleh hukum agama (syari’at)
3. Paradigm sekularistik
Agama dan Negara merupakan dua bentuyk yang berbeda dan satu sama lain memiliki dan satu sama lain memiliki garapan bindangnya masing-masing. Sehingga keberadaannya harus dipisahkan dan tidak boleh satu sama lain melakukan intervensi berdasar pada pemahaman yang dikotomis ini. Maka hukum positif yang berlaku adalah hukum yang betul-betul bersal dari kesepakatan manusia.
Kemaren abis nyolokin flasdisk pelanggan yang mo ngeprint eh buanyak banget virusnya haduh sebel banget we (dalam hati) tapi gimana lagi dah resiko kali ya sehabis pelanggan pulang eh tiba-tiba menu Task Manager tidak bisa buka, muncul keterangan bahwa “Task Manager has beed disabled by your administrator ”







Kemudian nyoba buka regedit lewat run untuk meng-enable kan melalui registry editor ternyata REGEDIT nya tidak bisa dibuka dan muncul popup bertuliskan ”Registry editing has been disabled by your administrator” seperti popup dibawh ini:





Selanjutnya ketika kita ingin melihat file yang tersembunyi (hidden files) dari menu folder options ternyata di disable juga, haduh pusing nih kepala kemungkinan besar virus, worm, ataupun trojan yang masuk lewat flashdisk tadi, bisa juga virus yang sudah ada sejak dulu. Langsung aku scan aja pakek antivirus yang ada tentunya dengan update terkini. Alhamdulilah virus sudah tidak ada, sekarang tinggal mengembalikan beberapa setting yang biasanya dirubah oleh virus.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan setting seperti semula, cara pertama adalah dengan cara mendelete DisableRegistryTools secara manual dari command prompt. caranya adalah sebagai berikut:

1.  Buka command prompt, start > run > ketik “cmd” (tanpa tanda kutip) > enter.
2.  Ketikkan di command prompt sbb:

reg delete HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableRegistryTools

3. Kemudian akan muncul pertanyaan:

Delete the registry value DisableRegistryTools (Yes/No)?

4. Jawablah dengan mengetikkan: Yes






5. Setelah itu bukalah registry Editor melalui menu run dengan mengetik: regedit lalu klik OK

Alhamdulillah Registry Editor udah terbuka berarti telah membuka jalan menuju perubahan setting berikutnya. Selanjutnya tinggal meng-enable-kan task manager dari registry editor.

Berikut ini caranya:

1. Buka Regedit
2. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System
3. Pastikan nilai (value) untuk REG_DWORD DisableTaskMgr adalah 0 (zero).
4. Tutup Regedit.

Untuk Show Hidden Files, settingnya ada di HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL . Nilai untuk REG_DWORD CheckedValue adalah 1, nilai ini biasanya di ubah menjadi 2 atau 0 oleh virus.

Selain dari Registry Editor atau REGEDIT, bisa juga kita mengubah setting PC windows kita dari menu Group Policy Editor. Cara masuknya adalah dengan mengetikkan perintah gpedit.msc di run menu. Di dalam Group Policy Editor, terdapat 2 bagian menu, yaitu User Configuration dan Computer Configuration.

Untuk disable/enable Task Manager ada di menu User Configuration > Administrative Templates > System > Ctrl Alt del Options . Pilih setting “Remove Task Manager” dan ubahlah menjadi “disable” atau “not
configured”.

Sedangkan untuk disable/enable regedit ada di menu User Configuration > Administrative Templates > System. Pilih setting “prevent access to registry editing tools”. Pilih disabled supaya kita bisa mengakses regedit.

Kalau gag bisa juga pakai cara ini :
* Buka notepad.
* Ketik code berikut ini di notepad.
[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=mailplus
[DefaultInstall]
DelReg=del
[del]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableTaskMgr
* Simpan file tersebut dengan nama “aktifkan.inf” (ketik termasuk dengan tanda kutipnya).
* Buka Windows explore dan jalankan file yang telah anda simpan dengan cara klik kanan » Install.

Bagaimana Belajar Filsafat..?

Kamis, 06 Oktober 2011
Posted by Unknown
philosophy
Seorang murid mengelub kepada gurunya “bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami. Jawab sang guru, Bagaimana pendapatmu, Nak, Andaikata seseorang menawarkan Buah padamu, apakah ia mengunyahkannya dahulu bagimu? (Anthony de Mello, Burung Berkicau)

FILOSOFISTIK atau pengetahuan megenai filsafat belumlah berarti berfilsafat. Belajar filsafat bukan hendak menjadi “ahli waris” seluruh pemikiran yang telah tertulis. Bukan pengulangan kembali, melainkan pengambilan kembali untuk penciptaaan ulang. Berfilsafat merupakan suatu cara berpikir yang tidak bersumber pada suatu  rangkaian kepercayaan, akan tetapi yang hanya berdasarkan pada pengalaman dan pemikiran dari pemikir sendiri. “Filsafat bukanlah suatu pemujaan terhadap sesuatu yang suci, akan tetapi suatu usaha untuk memperoleh pengertian sendiri”[1]
Belajar filsafat sebagai ikhtiar menemukan pemahaman yang jernih tentang segala sesuatu (terutama perihal dirinya sendiri) merupakan makna dari filsafat sendiri. Filosophia adalah “keinginan menjadi arif”, dan kegiatan belajar tentu saja berada dalam keinginan yang sama. Seorang pembelajar seharusnya terus-menerus menegaskan pada dirinya bahwa ia bukanlah “orang-orang yang arif” (sofis) walaupun telah menemukan banyak informasi dan wawasan, pembelajar yang baik adalah yang terus menerus penasaran pada soal bagaimana menjadi arif itu.
Ada perbedaan antara kepandaian dan kearifan. Kepandaian adalah kemampuan untuk menunjukkan semata-mata secara rasional apa yang dapat kita wujudkan dari data-data melalui bertukar pikiran secara logis. Kearifan adalah sikap untuk mengambil suatu pendirian tertentu dalam kehidupan kita berdasarkan hasil kepandaian tadi. Untuk dapat benar-benar hidup, kita harus mempunyai perspektif (cara memandang) atas kehidupan ini dan dengan itu atas kenyataan hidup yang dialami. Kearifan akan membawa seseorang ke dalam suatu kenyataan tertentu sedemikian jauh, sehingga ia mengerti tentang apa yang dipermasalahkannya. Seseorang bisa saja terlihat pandai, namun ia hanya mengkatakan perspektif orang lain bukan perspektif dirinya, bukan hasil olahan dari apa yang benar-benar dialaminya secara mendalam. Sebaliknya, seorang bijak adalah yang tak menunjukkan kepandaiannya namun dapat menunjukkan cara pandang baru yang menyelamatkan kediriannya.
Belajar filsafat berarti belajar untuk berhasrat pada kearifan atau belajar untuk mencintai kearifan. Kearifan bukan sejenis benda yang bisa diambil dari luar diri untuk dimiliki, kearifan dihasilkan dari penyadaran akan diri pribadi. Kearifan secara demikian tak bisa dipelajar dan tak ada satupun yang bisa mengajarkannya. Ia hasil dari mengalami  kehidupan pribadi dengan cara bercermin kepada pengalaman hidup orang lain. Belajar sejarah filafat yang dipenuhi oleh kisah filsuf, kegelisahannya, pertanyaan yang diajukannya, dan upaya untuk mencar jawabannya hanya berarti jika kita menganggapnya sebagai sebuah cermin. Cermin itu memantulkan manusia yang wajahnya sama dengan diri kita, ia bukan dewa-dewa yang teramat suci. Penganggapan bahwa mereka juga manusia akan memudahkan kita untuk membandingkan kedirian kita dengan mereka. Hal ini dapat membebaskan kita dari rasa takut untuk berbeda dengan mereka, filsuf-filsuf itu.
Keterbebasan dari rasa takut ini penting bagi proses pembelajaran. Kita yang selama ini dididik dalam rasa takut dan rasa malu telah merasakan penderitaan terkekang di bawah bayangan yang tak menentu. Semenjak sekolah dasar kita belajar untuk takut dan malu pada guru, takut dan malu membuat kesalahan, takut dan malu untuk berbeda. Barangkali ini berasal dari pola pendidikan yang menekankan pada kemampuan untuk menjawab segala persoalan dan mengharuskan kesamaan dalam menjawab segala sesuatu. Untuk itu, banyak rumah di negeri ini pernah merasa penting untuk memiliki Buku Pintar yang berisi seluruh pengetahuan yang bisa menjawab soal-soal secara tepat dan sama. Rasa takut itu kemudian menekan seluruh keinginan untuk menyatakan kesadaran kita yang sejati dan perasaan yang sebenarnya akan sesuatu. Rasa takut dan malu itu  membuat kita tidak memiliki keyakinan bahwa kita bisa memberikan cara pandang yang berbeda dengan orang lain, akhirnya membuat kita tidak pernah merasa yakin pada diri sendiri.
Dalam rasa takut dan rasa malu kita menjadi pecundang dalam segala hal. Situasi reformasi mementaskan kepecundangan kita. Begitu kebebasan dikumandangkan, kita menemukan diri kita kebingungan untuk melakukan pembentukan formasi baru bagi kehidupan bernegara. Kebebasan dirayakan, namun dalam kerangka rasa takut dan rasa malu. Karena kita takut disalahkan, kebebasan digunakan untuk menyalahkan institusi, untuk menunjuk hidung orang lain. Karena kita malu akan kelemahan yang dimiliki, kita segera menunjukkan kelemahan orang lain. Pada sisi yang lain, ada banyak orang yang menentang proses pembukaan sejarah hitam negeri ini atas dasar rasa malu. Korupsi, Kulusi dan Nepotisme yang hendak dibersihkan tak selesai-selesai karena rasa malu dan rasa takut itu begitu menguat. Alhasil, kita malu dan takut untuk secara terus terang mengakui kesalahan diri kita masing-masing; persis seperti dulu di bangku sekolahan ketika kita malu dan takut untuk bertanya pada guru/dosen di depan kelas.
Filsafat adalah cara untuk menemukan keberanian dalam merumuskan diri sendiri. Dalam filsafat kita menemukan kegelisahan yang tak kunjung habis, pertanyaan-pertanyaan yang terus tidak menemukan kepastian jawaban, dan jawaban-jawaban yang semula dianggap final namun kemudian ditemukan celanya. Kesemuanya ditemukan dalam formasi yang wajar, maksudnya kesalahan dalam filsafat tampak sebagai suatu kemestian manusiawi dan karena itu tak perlu ada rasa takut dan malu terhadap kesalahan. Dalam filsafat kita menemukan banyak cara pandang yang berbeda terhadap satu soal, dan semuanya begitu tak menjadi soal bahkan kemudian menghasilkan kesadaran-kesadaran yang luar bisa. Cara pandang yang berbeda sangat penting bagi kita saat ini, terutama karena kita telah disadarkan oleh proses perubahan sosial bahwa kesamaan cara pandang alih-alih menyelesaikan masalah malah mengekalkan masalah. Dalam dapat belajar bagaimana merumuskan masalah dari apa yang semula dianggap tidak ada masalah. Melalui cara ini kita jadi terpancing untuk mulai lagi merumuskan diri dan kehidupan kita secara baru, bukan dari hal besar dari apa yang menjadi basis dari kehidupan kita: yang remeh dan tak diperdulikan.
Filsafat yang kerap didefinisikan sebagai “hasrat akan kearifan” membuat siapapun yang bersentuhan dengannya tersedot pada hasrat itu. Dalam hasrat terhadap kearifan, kita akan malu ketika merasa diri sebagai sang arif, yang telah arif dan tak mungkin melakukan kesalahan. Terlebih pengakuan diri sebagai sang arif dalam sejarah filsafat ditulis dalam nada miring, yaitu sebagai kaum sofis yang menjajakan kepandaiannya untuk memanipulasi orang lain dengan bayaran tertentu.
Dalam kancah seperti ini, guru/dosen dan murid/mahasiswa tidak berbeda: semuanya memiliki posisi yang sama sebagai pencari yang berhasrat akan kearifan. Murid/mahasiswa yang sering dianggap sebagai orang-orang yang belum tahu, karena itu ia bersedia mencari untuk mendengar dan memperhatikan; dan guru/dosen  yang kerap mereka yang tahu dan telah belajar, pandai, dan yang menyampaikan pengetahuan dan pandangan mereka; tidak ditemukan lagi ketika kita belajar filsafat. Dalam berfilsafat tak ada seorangpun yang “telah tahu” atau telah menemukan kepastian kebenaran. Bukankah filsafat berarti “hasrat menemukan kebenaran”, selagi definisi ini digunakan tak ada satu orangpun yang merasa telah sampai, karena itu tak ada yang bisa menjadi guru dalam arti “telah tahu”. Guru-murid berada dalam relasi mencari kebenaran dengan hasrat yang dalam. Perbedaannya terletak pada cara, guru mencari kearifan dengan cara menceritakan apa yang sudah ia alami (dari kehidupan dan buku-buku yang telah dibacanya) sedangkan murid mengemukakan hasratnya dengan secara tulus mendengarkan dan membaca uraian filsafat sambil menerapkan dalam pengalaman kehidupannya.
Dalam belajar filsafat ada aturan yang disarankan untuk diterapkan sejak awal, hukum itu berbunyi:
“…apa arti gagasan-gagasan mereka untuk para filsuf itu sendiri, apa nilai gagasan-gagasan itu dalam diri sendiri dan apa nilainya bagi kita: itulah ketiga pertanyaaan yang senantiasa harus diajukan orang dalam menyelidiki sejarah filsafat, meskipun secara didaktis atau eksplisit tidak selalu mungkin atau tidak selalu perlu diajukan secara terpisah…”[2]
Lewat cara ini, semua murid dianjurkan secara bebas untuk mengaitkan seluruh pemikiran dengan kondisi dirinya, dengan kesadaran dan hasratnya yang murni. Pada titik ini, ungkapan Wittgenstein, “Filsafat bukan ajaran melainkan suatu usaha” menjadi terasa. Filsafat bukan ajaran karena itu kita tak langsung harus percaya dan membelanya mati-matian, filsafat adalah usaha untuk menemukan kebenaran berdasarkan diri sendiri setalah bercermin dari kebenaran yang telah teruji.
Ketiadaan rasa malu dan takut, kepercayaan pada perbedaan, keyakinan bahwa diri sendiri mampu memecahkan pemecahan akan soal-soal kehidupan menjadi hasil lanjutan dari belajar filsafat. Hal ini mungkin kedengarannya agak berlebihan, untuk itu kisah Sophie dalam novel Jostein Gaardner, Sophies World bisa dikemukakan. Sophie, pada suatu pagi menemukan pertanyaan-pertanyaan aneh: siapakah kamu? Darimanakah datangnya Dunia? Dua pertanyaan itu membuatnya kebingungan, kenapa ada pertanyaan seperti itu? Untuk apa merumuskan pertanyaan sekonyol itu? Bukankah semuanya sudah tergelar dan begitu saja ada?
Lalu ditemani Albert Knox, lelaki misteriur, ia mengembara dari satu pemikiran filsuf ke pemikiran filsuf yang lain: dari Thales sampai Sartre. Dari banyak filsuf itu ia belajar merumuskan jawaban atas masalah kehidupannya. Dari Filsuf Yunani awal Sophie menemukan keajaiban berpikir dari hal-hal yang kecil dan remah seperti air, api atau lainnya; dari filsuf modern ia mendapatkan cara menganalisa kenyataan-kenyataan yang semula dianggap telah lazim; kemudian dari Sartre ia mendapatkan kesimpulan bahwa manusia tidak memiliki sifat untuk bergantung, manusia menciptakan dirinya sendiri. Seluruh penjelajahannya itu dirumuskan ulang untuk menjadi bekal perumusan situasi hidupnya, lalu Sophie menyatakan:
“Setelah melakukan telaah filsafat yang mendalam –yang dimulai dari Filosof Yunani awal hingga zaman sekarang—kami mendapati bahwa kami menjalani kehidupan kami dalam pikiran seorang mayor PBB di Lebanon….Eksistensi kita karenanya tidak lebih atau kurang dari semacam hiburan ulang tahun bagi Hilde Moller Knag (anak mayor tersebut). Kita semua telah diciptakan sebagai suatu kerangka bagi pendidikan filsafat untuk putri sang mayor. Ini berarti, misalnya, bahwa Mercedes putih di  gerbang itu tidak berharga satu sen pun. Itu hanya barang sepele. Nilainya tak lebih dari Mercedes putih yang melaju berputar-putar di kepala seorang mayor PBB yang malang…”[3]
Sophie dan Albert Knox kemudian merealisasikan kegelisahan dan rumusan baru atas kehidupan yang mereka alami. Mereka berdua meninggalkan handai tolannya, keluar dari cerita novel dan berniat mendatangi Hilde dan Mayor. Handai tolannya, tentu merasa aneh dan menganggap semua keputusan Sophie sebagai tindakan sinting. Namun Sophie menjawab, “…Anda dan siapapun yang lain di sini tidak akan merindukan kami karena alasan yang sederhana, yaitu kalian tidak ada, kalian tak lebih dari bayang-bayang.”[4] Lalu Sophie dan Albert Knox mendatangi danau peristirahatan Hide dan Mayor dan melepaskan dayung perahu. Hanya itu yang mereka bisa lakukan setelah berfilsafat? Ya, tetapi itu masih lebih baik karena sudah merumuskan dirinya sebagai tidak sekadar tokoh novel dan menunjukkan daya kreasi di luar kehendak pengarangnya.
Kita mungkin juga tengah menjalani “kehidupan dalam pikiran seorang”, namun tidak pernah menyadarinya. Sophie dan Alberto Knox, lewat penjelajahan di dunia filsafat, bisa melakukan itu, yaitu menemukan simpulan yang menggerakkan kesadaran bahwa menjadi manusia berarti tak bergantung pada siapapun, menjadi manusia berarti merumuskan dirinya sen`diri. Situasi inilah yang barangkali ingin dicapai oleh Andreas Harefa ketika mengutip Peter Sange:
“Pembelajaran sebenarnya mendapatkan inti artinya untuk menjadi sangat manusiawi. Melalui pembelajaran kita menciptakan kembali diri kita. Melalui pembelajaran kita dapat melakukan sesuatu yang tidak pernah dapat kita lakukan sebemulnya. Melalui pembelajaran kita merasakan kembali dunia dan hubungan kita dengan dunia tersebut. Melalui pembelajaran kita memperluas kapasitas kita untuk menciptakan, menjadi bagian dari proses pembentukan kehidupan”.[5]
Harefa memilih kata pembelajaran untuk proses belajar, dan kata pembelajar untuk aktivitas pelaksanaan hasrat akan kebenaran. Saya pikir kita akan juga setuju dengan kriteria ini, karena dalam belajar filsafat yang terutama memang bukan menemukan informasi mengenai segala hal, namun menemukan diri kita sejati di tengah pergulatan kebenaran-kebenaran.
Filsafat sekali lagi adalah ikhtiar mencintai kearifan. Jadi hubungan guru-murid tidak berjalan dalam hubungan pewaris dan ahli waris. Jikapun ada warisan itu sekadar pemicu agar ahli waris melakukan petualangan untuk memasuki dirinya sendiri. Guru dan murid dalam proses belajar filsafat sama-sama berposisi sebagai thulab (penghasrat), seperti kata-kata Nabi Muhammad, “Jadilah thulab (penghsrat kebenaran) semenjak engaku lahir, sampai ke liang akhir”.
Kembali pada soal pembelajaran filsafat, bagaimana cara hubungan guru-murid? Socrates barangkali tipe ideal bagi guru filsafat, dan Plato adalah tipe murid yang menarik. Socrates menyatakan “saya tahu bahwa saya tidak tahu apa-apa” dan ia menyatakan bahwa ia tidak akan menyampaikan kesimpulan-kesimpulan pasti. Socrates hanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan pada diri dan orang lain, sehingga secara bersama-sama mencari jawabannya. Ia seorang arif karena ia dapat meletakkan pengetahuannya dalam kalimat: “Kita sudah sepakat bahwa…tetapi jika anda berkeberatan mengenai satu hal, katakanlah pada saya. Kemudian akan kita pikirkan lagi.”[6] Sementara Plato dengan setia mendengarkan serentak ikut terlibat mengajukan pertanyaan dan jawaban, kemudian menuliskannya dengan perspektif dirinya.
Di samping Socrates, apa yang dikemukakan Imanueal Kant dan Wittgenstein barangkali juga bisa diingat-ingat oleh pengajar filsafat.
“Dari saya, kalian tidak akan belajar filsafat. Saya mengajar kalian berfilsafat bukan pemikiran-pemikiran untuk ditiru, melainkan bagaimana caranya untuk berpikir sendiri”. (Imanuel Kant,)
“Saya tidak boleh mencegah orang-orang lain untuk berpikir, melainkan –apabila itu mungkin—mendorong seseorang untuk berpikir sendiri”. (Wittgenstein)
Kesemuanya dikemukakan agar proses pembelajaran filsafat dapat tetap menjaga energi kreatif dan kritis semua unsur yang terlibat.
“Berfilsafat semenjak taraf yang paling awal anti otoriter. Ia menjauhkan diri dari dogma-dogma, indoktrinasi, sensor dan perintah-perintah untuk pengumuman atau penarikan kembali. Salah satu yang pertama dan uatama dipelajari dalam filsafat adalah keberanian untuk menantang setiap bentuk paksaan dan tidak pernah mengakui suatu kebenaran atas dasar argumentasi-argumentasi otoriter, ancaman atau propaganda yang menggiurkan, melainkan semata-mata atas dasar penertian yang bebas dan alasan-alasan yang lugas. (Paperzak)
Belajar Filsafat; Belajar Mengajukan Pertanyaan

Pertanyaan-pertanyaan anda lebih penting daripada jawaban-jawaban anda dan setiap jawaban menyebabkan terjadinya pertanyaan-pertanyaan baru” Karl Jaspers.

Pertanyaan dan rasa heran adalah muasal filsafat atau berfilsafat. Kemajuan filsafat diukur dari pertanyaan yang diajukan bukan dari jawaban yang diberikan. Berfilsafat berkenaan dengan kemampuan memberikan pertanyaan terhadap sesuatu rumusan yang telah dianggap final. Dalam filsafat, setiap data dan setiap pengalaman sedapat mungkin ditinjau dengan tidak berprasangka dan dengan perhatian yang mendalam.
Jika kita ingin belajar filsafat, fokuskanlah pada pertanyaannya. Jika kita terfokus pada jawaban yang diberikan oleh para tokoh, kita akan terjebak pada pelbagai teori yang membingungkan (banyak tokoh, banyak jawaban untuk satu soal yang sama).  Fokus pada jawaban saja akan membuang-buang waktu percuma. Untuk itu jangan membiasakan diri menghafal ungkapan-ungkapan tokoh-tokoh filsafat, namun kemukakanlah: apakah pertanyaannya?
Alasannya begini dapat bermula dari kata-kata Bertrand Russel berikut ini:
“…para filsuf sekaligus merupakan akibat dan sebab: akibat dari keadaan masyarakatnya dan hubungan-hubungan politik dan sosial dari zamannya; sebab- sepanjang mereka berhasil – dari anggapan-anggapan yang meninggalkan bekasnya pada hubungan-hubungan politik dan sosial dari kurun waktu kemudian.”
setiap filsuf hidup dalam ruang waktunya masing-masing. Ia berada dalam kehidupan, masalah dan teka-tekinya. Ia mengajukan pertanyaan sebagai upaya untuk memahaminya, lalu ditemukanlah sehimpun jawaban. Namun jawaban itu harus diletakkan dalam konteks kehidupannya yang tentu saja berbeda dengan kehidupan kita hari ini. Ungkapan Thales bahwa dunia ini berasal dari air, tentu begitu luar biasa untuk saat itu. Namun untuk saat ini, pada saat ilmu pengetahuan alam telah menunjukkan temuan-temuan yang lebih teruji, jawaban Thales menjadi tidak berarti. Berbeda jika kita berfokus pada pertanyaannya (apakah asal-muasal segala sesuatu?), Thales akan terus bisa digunakan karena pertanyannya masih bisa relevan untuk hari ini.
Jadi, mengutip Hector Hawton[7], cara yang lebih bermanfaat dalam belajar filsafat adalah dengan memperhatikan bagaimanakah setiap filsuf mengajukan beberapa pertanyaan baru, yang teranyam dengan argumen yang segar, dan kemudian mengajukan jawaban namun dimentahkan lagi oleh  pertanyaan baru yang lebih segar dari filsuf kemudian. Begitu selanjutnya. Dengan cara ini, “kita tinggal menyaring pengalaman selama berabad-abad. Kita tidak saja mengetahui, misalnya, hal-hal yang ditanyakan oleh Locke, tetapi juga hal-hal yang dipikirkan oleh Berkeley mengenai pertanyaan itu, dan bagaimana kelanjutan pertanyaan tersebut ketika hinggal di berbagai pikiran Hume dan Kant.
Sekali lagi belajar filsafat berarti menelusuri pertanyaannya bukan jawabannya. Jika kita terpaku pada jawaban akan menjebak kita pada kesia-siaan. Di kancah filsafat yang satu soal terus-menerus menjadi masalah dari zaman ke zaman, memungkinkan satu argumen tidak memiliki umur yang panjang: ia bisa saja telah dikritik dan direvisi oleh pemikiran selanjutnya. Terpaku pada satu argumen saja, tanpa melihat nasib argumen itu pada lipatan sejarah berikutnya,  akan membuat kita membicarakan botol kosong. Kita bersikutat pada argumen yang pada zamannya terbukti sebagai argumen yang salah; atau mengajukan pertanyaan yang pada masa lampau pernah diperbaiki dengan perbaikan yang hati-hati.
Jadi, sebagai langkah, salah satu cara terbaik untuk belajar filsafat adalah 1) carilah pertanyaannya, 2) temukan bagaimana pertanyaan itu dijawab, 3) bagaimana jawaban itu digugat dan diperbaiki; atau bagaimana pertanyaan itu diperbaiki atau digugat dari masa ke masa.
Membaca buku filsafat merupakan kegiatan memperhatikan secara mendalam terhadap segala yang telah dipikirkan orang lain (filsuf-filsuf), menyiapkan rasa heran dan siap mengajukan segala pertanyaan pada mereka. Tokoh yang kita baca barangkali seorang filsuf besar, namun belum tentu ia telah begitu sempurna tanpa kesalahan yang bisa dipertanyakan. Kalaupun ada yang sempurna, kesempurnaan itu untuk zamannya yang belum tentu pas untuk zaman kita.
“Ciri khas dari seorang filsuf yang baik bukanlah bahwa dia harus dapat memecahkan segala persoalan…Seringkali yang paling baik yang dapat dikerjakannya adalah menunjukkan masalah-masalahnya, melukiskannya dengan kata-kata, sekalian dengan segala sesuatu yang mungkin tidak dapat dihindari, dan menerangkan akibat-akibat yang disebabkan oleh keadaan persoalan yang bersangkutan atas penyelidikan-penyelidikan yang lain” (Xenophone)[8]
Hal ini akan bisa dibuktikan jika kita membaca tokoh lain yang muncul setelah tokoh yang kita baca. Kita akan menemukan gugatan atau revisi atas pertanyaan yang menjadi dasar tokoh yang sedang kita baca.
Jadi, bagaimana cara kita belajar filsafat?
  • Anggaplah filsafat bukan barang suci yang disakralkan. Ia hanya pemikiran biasa dari orang biasa yang bisa kita gugat, dipertanyakan ulang.
“Jika  orang menginginkan suatu filsaat sebagai suatu sistem prinsip-prinsip yang menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang kebenarannya sangat pasti, maka hal itu adalah sesuatu yang mustahil” (Ubbink).[9]
Filsafat bukan pemikiran yang selesai, ia bahkan selalu menyisakan pertanyaan baru yang membuat kita dipaksa terlibat, yakinlah bahwa di dalam filsafat, kita –jarang atau– tidak pernah mendapatkan pemecahan-pemecahan yang tuntas atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
  1. Filsafat adalah pemikiran yang mengundang kita untuk selalu terlibat langsung. Banyak sekali filsafat yang maksudnya agar kita meneruskan apa yang telah dimulainya. Dengan demikian jangan sungkan-sungkan untuk tidak sependapat, tuliskan pendapat dan sanggahan anda, ujilah kebenaran yang dikemukakan oleh filsuf-filsuf itu. Alfred Ayer pernah menyarankan untuk menjadikan pemikiran seseorang sebagai bahan latihan berfilsafat. Ayer menyatakan, “…..ajukan pendapat-pendapat yang sudah tetap itu, sebagai bahan diskusi; mencari standar-standar dan menguji nilai-nilainya; apa asumsi-asumsi itu masih berlaku.” Dengan cara ini kita terlibat, juga kehidupan nyata kita.
  2. Agar bisa menguji dengan baik, kita juga jika perlu harus menunda apa yang semula kita yakini. Dengan cara ini, kita tidak berperang sendirian. Jika dalam pikiran kita masih ada keyakinan lama dan itu dijadikan ukuran, kita tak akan menemukan mutiara yang ditawarkan orang lain. Rasakan dulu tanpa prasangka, baru setelah itu dibandingkan. Serentak dalam perbandingan itu, kita telah melakukan pengujian secara tidak langsung.
  3. Seorang pembelajar filsafat tidak pernah merasa benar sendiri, telah benar dan tak mungkin salah.
“Tidak ada yang kurang pantas bagi seorang filsuf selain daripada mau benar sendiri dalam diskusi dan dalam berargumentasi. Mereka benar sendiri –sampai bentuk refleksi logisnya yang paling halus—adalah pengungkapan “jiwa mempertahankan diri”, yang justru menjadi tujuan seorang filsuf untuk menghapuskannya…” (Theodor W. Adorno)
Artikel ini mencoba menawarkan uraian sejarah filsafat dalam kaitan sebab-akibat, menekankan bahwa inti berfilsafat adalah pertanyaan, dan terakhir memberi peluang bagi kita semua untuk terlibat. Maksudnya,
  1. Satu pemikiran akan diletakkan dalam kaitannya dengan situasi yang menyebabkannya (pemikiran dan situasi zaman sebelumnya) dan situasi yang diakibatkannya (pemikiran dan situasi zaman yang muncul sesudahnya).
  2. Setiap pemikir diletakkan dalam drama pencarian jawaban-jawaban atas pertanyaan pemikir sebelumnya. Ikhtiar yang bermula dari pertanyaan lain (yang mempertegas atau menambahkan pertanyaan utama) lalu merumuskan dengan cara baru, namun rumusan itu akan juga dikritisi dan direvisi oleh pemikir sesudahnya. Dengan cara ini kita akan menemukan kehebatan seorang filsuf (yaitu ketika kita membandingkan dengan filsuf sebelumnya) sekaligus kelemahan seorang filsuf  (yaitu ketika kita membandingkan dengan filsuf sesudahnya).
  3. Setiap pemikir, diupayakan, dikaitkan dengan situasi zamannya serta kemungkinannya bagi aplikasi di zaman ini.
  4. Dalam kaitan sejarah inilah ungkapan Neil Postman dapat dikemukakan, bahwa setiap tokoh dalam sejarah pemikiran ditampilkan sebagai pembuat kesalahan yang besar (the great error maker) sekaligus juga pengoreksi-pengoreksi kesalahan yang besar (the great error-corrector). Karena itu bagi Postman Bagi Postamn, proses belajar selayaknya sanggup memperlihatkan pada peserta belajar bahwa kesalahan bukanlah sesuatu yang memalukan, karena justru melalui kesalahan kita dapat meningkatkan pemahaman kita terhadap sesuatu.
“Karena kita adalah jiwa yang tidak sempurna, maka pengetahuan kita juga tidak sempurna. Sejarah tentang proses belajar adalah sebuah petualangan untuk mengatasi kesalahan-kesalahan kita. Tidak ada dosda bagi orang yang berbuat salah. Dosa itu ada pada ketidakmauan kita menguji kepercayaan-kepercayaan, dan mempercayai bahwa kemampuan-kemampuan kita tidak bisa salah”.[10]
[1] F. Elders, dikutip dari Geerard Beekman, Filsafat para Filusf Berfilsafat h. 51 [2] Ravel, Geschiendenis van de westerse Filosofie, dikutip dari Beekman, Filsafat para Filsuf Berfilsafat, Erlangga, hal. 56
[3] Jostein Gaardner, Dunia Sophie, Mizan, Bandung, hal. 517
[4] Jostein Gaardner, hal. 519
[5] Peter Seneg, Fifth Dicipline, dikutip dari Andreas Harefa, Menjadi Manusia Pembelajar, Gramedia, Jakarta, hal.139
[6] Dikutip dari Crito
[7] Hector Hawton, Filsafat yang Menghibur, Ikon, Jogjakarta, 2003, ha. 7
[8] Geraard Beekman, h. 125
[9] Geraard Beekman, h. 119
[10] Neil Postman, Matinya Pendidikan, hal. 210
Welcome to My Blog

Blog Archive

Popular Post

Visitors

Flag Counter

Fan Page Like

Followers

- Copyright © 2013 xXMASTERXx -Dark Amaterasu Template -